Powered By Blogger

Kamis

Dia

Mungkin alam terlihat acuh tak bedanya seperti orang lain melihat nya begitu adanya. 
Seakan mengizinkan nya kebingungan dalam diam.
Alam seakan tak mengerti bahwa jiwanya kini sudah begitu lemah untuk kau hembus, karena jiwa nya kini telah terisi dengan beban yang penuh arti.
Orang lain pun tak menegerti bahwa wajah nya hanyalah siratan yang belaka, karena dibalik wajah nya menyimpan artian yang sebenarnya.
Ia menyusuri lorong waktu, melangkah pasti dengan sekuat dirinya berusaha. 
Namun tak jarang jua mengikuti air, mengizinkan nya terombang ambing.
hanya mengalir dia berjalan.
dia pegang sebuah arah dan tujuan, tercengkram erat dalam genggaman. 
Namun terkadang tak tau jalan menjelang.
hanya lelah dia berkata.
Tak jarang pula ia dikenal, dipuji dibanggakan.
namun terkadang hanyalah keraguan yang ber 'ada'.
bertanya "benarkah itu dirinya? atau hanya kebetulan yang sengaja.
dia hanyalah manusia.